
Kamu yakin tak mau mengubahnya?
Tidak. Maaf, keputusanku sudah bulat.
Aku minta maaf sayang..
Apa? Sayang? Setelah sekian lama kau tak hubungi aku??
Kamu kan masih pacarku, aku masih bisa memanggilmu dengan ‘sayang’
Cuma status di fesbuk saja kan yang berkata aku pacarmu? Selebihnya? Kau tak pernah ada untukku.
Ah, baiklah, tak apa!! Aku sangat merindukanmu… Tiap malam aku teringat padamu, hanya kamu!
Oh ya? Tapi maaf sekali lagi, sudah lama aku tak merasakan seperti yang kau rasakan padaku. Kalaupun kau rindu, mengapa tak pernah temui aku??
Mengertilah keadaanku, aku tak bisa menuruti kemauanmu untuk bertemu denganku setiap saat.
Hah? Setiap saat katamu? Bahkan aku hanya meminta dua minggu sekali. Itu saja, namun kau tak mampu.
Tak ingatkah kamu, apa yang telah kita lalui berdua? Saat-saat terindah dalam hidup kita? Kamu mau melupakannya begitu saja ya?
Aku ingat, namun kaulah yang membuatku perlahan melupakan kenangan indah itu. Sekarang saat aku mengingatnya lagi, semua hanya berupa bayangan kabur antara kamu dan aku.
Bisakah kita mengulang dari awal lagi? Seperti saat kita baru bertemu dan berjanji..??
Tak ingatkah kau, dulu aku sudah pernah memberikan kesempatan yang sama? Nyatanya sama saja.
Bagaimana kalau mulai sekarang aku akan rajin menghubungimu? Kita akan sering bertemu, kamu senang kan?
Kenapa harus sekarang? Tidak dari dulu?
Aku benar-benar menyesal.
Ahh, penyesalan memang selalu datang terlambat.
Maafkan aku, sayangku.
Aku maafkan, tapi tolong, tinggalkan aku.
Serius? Kamu yakin? Gak bercanda kan?
Hhhh… Apa daritadi kau pikir aku bercanda, hah? Kau tak lihat ketegasan dalam tiap kata-kataku?? [emosiku meninggi...]
I love you always…
Udah dehh, basi tau!!
Sekarang aku mau kamu yang mengerti aku. Aku Mau PUTUS!!
Ngerti gak???
Atau harus kulempar Sendal Jepit ini ke mukamu???? Grrrrrr….