Kursi Taman

Seperti biasa, aku pulang sekolah dengan berjalan kaki dikarenakan rumahku cukup dekat dengan sekolah. Meskipun cuaca cukup terik, aku tetap ceria mengayunkan kakiku sambil bersenandung lagu yang spontan terlintas di pikiranku. Saat aku melintas di sebuah taman kecil, aku seperti melihat seseorang sedang duduk. Penasaran, aku berjalan ke arah orang itu. Setahuku taman ini jarang dikunjungi orang, dan baru pertama ini aku melihat ada orang berkunjung ditambah saat cuaca terik seperti ini.

“Haii..” seruku saat aku berada persis di belakangnya. Dia sedang duduk di sebuah kursi taman kecil, smakin aku perhatikan kursi taman itu ternyata sangat indah.

“Iyaa?:jawabnya sambil memalingkan tubuhnya yang membelakangi aku.

“Baru pernah ngeliat ada orang yang main ke taman ini, ditambah lagi saat cuaca terik seperti ini.” aku berjalan mendekati orang itu.

“Hehehehe.. Lumayan sering kok dulu. Tapi karena sibuk baru sekarang sempat ke sini lagi.” dia tersenyum ramah padaku.

“Oh.. Ehh tapi baru tau lho di taman kecil ini ada kursi taman yang indah gini.” ujarku sambil memperhatikan keseluruhan bentuk kursi itu. “Terus kursinya tepat di bawah pohon gede yang sejuk. Jadi mau cuacanya sepanas apa juga gak bakal kerasa di sini.” tambahku lagi.

“Ditambah lagi di jalan ini sepi, gak banyak orang yang lewat sini. Jadi kira bisa bener-bener ngerasa tenang sambil ngedenger kicauan burung.”sambungnya sambil terkekeh.

“Wahh pantes kamu suka main ke sini. Tapi kamu tau dari mana kursi ini ada di sini?” aku duduk melepas penat di kursi itu. Lanjut membaca

Mutiaraku

Hatiku sakit melihat sejarah mutiara yang indah itu.. Sakit harus mendengar cerita pemiliknya yang dulu hanya menginginkan keindahannya. Semakin sakit karena saat pemiliknya yang dulu sudah bosan dia dicampakkan begitu saja.

Aku bisa melihat betapa tersiksanya mutiara itu, maka kuberanikan diri untuk mendekatinya.. [lanjut ah..]

Romantisme Pagi Hari

just a kissAku cuma tertunduk lesu.. Karena aku dikecewakan lagi oleh cintaku.. Oleh seseorang yang aku sayang tapi malah pergi dengan yang lain..

Di saat aku sudah tak percaya akan cinta.. Tak percaya akan adanya orang yang benar-benar tulus mencintaiku, dia dating menghampiriku.. Memberi kehangatan di hatiku yang dingin, yang sudah ingin kututup untuk siapa pun.

Bolehkah ku hapuskan sedihmu? Dan menghangatkan hatimu lagi?“tanyanya pelan.

Aku tak ingin seseorang masuk ke hatiku lagi.. Hati ini sudah ingin ku tutup untuk siapa pun.” Jawabku dingin. [lanjut..]

Ilusi yang Nyata

hug

Halo..” sebuah suara menyapa ketika deringan pertama telepon di angkat.

Haii..Met pagi..” jawab sang penelepon. Dag dig dug jantungnya berdetak. Rasanya salah ia menelepon pagi-pagi buta begini, saat ayam jantan pun masih ngorok. Badannya menggigil kedinginan.

Emmh.. Jam 4 pagi kan di sana?” suara mengantuk seorang gadis menjawabnya, mungkin sambil mengucek-ngucek matanya.

Iya. Keluar kamar dong..“pinta sang penelepon dengan setengah memohon. “Hah? ngapain? dingiin ah.“si gadis enggan beranjak dari tempat tidurnya yang hangat.

Ayo temani aku, aku juga kedinginan di sini. Keluar kamar, biar sama-sama dingin.“pintanya lagi. Si Gadis geli mendengar kata-kata lawan bicaranya, terdengar seolah mereka berdekatan saja.

Iya iyaa. Kan ini juga udah aku temani. Ayo mau ngomong apa sayaang?” si gadis menguap. [Baca selengkapnya...]

Tatapan Pertamaku

Hmm… kita belum pernah ketemu, kamu gak takut ya kalau2 aku ini orang jahat??” sambil tersenyum-senyum sendiri di telepon, menduga-duga ekspresi lawan bicaranya.

Ahahaha. Gak mungkin aku takut sama orang sekeren dan selucu kamu sayaanggg…” suara yang manis dan lembut terdengar dari seberang. Begitu mendoga.

Keren apanya sih? ahh ngejek aja deh..” cekikian sendiri, setengah karena senang dipuji, setengah lagi karena mendengar derai tawa dari seberang telepon

Keren dari atas, depan, belakang, samping, kiri, kanan… Semua yang ada di kamu aku sukaaaaa…Pokoknya kamu kerenn.. ahahaha.” lagi-lagi suaranya begitu menggoda, menggemaskan, persis seperti suara dua tokoh idola anak-anak di TV, Upin dan Ipin. Padahal usia sang empunya suara sudah mendekati kepala dua.

[Baca Selengkapnya...]

Love is Hurt

love-hate

Sebuah percakapan YM …

Y : buzz!!

kok udah melek tumben?

A : iya nie.. ga bisa tidur….. kamu sendiri?

Y : udah hampir subuh tau….. emang ngapain siy…?

Aku kebangun, keinget kamu… heheh

A : haiyah…gombal….:p

g tahu nie emang lagi g bisa tidur aj….

Y : iya aku keinget kamu, kamu sie belum bayar utang…hhehehe
A : utang apa, ya?? :-O

*polos mode

Y : utang itu…*kedip-kedip manja…
Pura2 lupa ahh…

A : hehehhe… bukan lupa sie… tapi apa masih mau ditagih??
Y : masih say… kangen :-( [BacaSelengkapnya..]