Seperti apa rasanya jatuh cinta? Pernah jatuh cinta?
Apakah jantungmu berdebar-debar? Pipimu memerah? Kemudian tanganmu dingin ketika bertemu dengannya? Menatap wajahnya? (jangan-jangan kamu tak berani memandang wajahnya)
Apakah kamu sering menuliskan namanya di sudut catatanmu saat kuliah terasa sangat membosankan? atau memikirkannya sekadar mengobati rasa kantuk saat dosen menjelaskan dengan kata-kata monoton?
Atau yang lain lagi, kamu bahkan menyenandungkan lagu romantis, lagu-lagu cinta untuknya dan membayangkannya saat mandi atau buang air kecil di WC? padahal dahulu kamu selalu mengejek lagu-lagu cinta, karena terlalu lebay.
Mungkin yang lebih aneh lagi, kebiasaanmu menjadi berubah drastis, misalnya saja dari si jutek menjadi si periang, karena terlalu sering tersenyum dan tertawa ketika teringat dia. Kamu jadi lebih sering bercengkrama dengan hape daripada menatap dunia luar, sebab berhubungan dengan dia lebih intens menggunakan hape. Lagipula tidak mendapat kabar darinya sejenak saja sudah merasa kelimpungan.
Kamu juga sering membayangkannya, membayangkan saat kamu bersamanya, bisa memegang tangannya, bisa membelai rambutnya, atau bahkan menciumnya. Sepertinya awan pun berbentuk wajahnya, burung-burung mengukir namanya dan tiupan angin membisikkan namanya. Duniamu terasa hanya untuknya, atau memang benar kamu tercipta untuknya. Nah kan, mulai lebay ya kamu.
Apakah hal-hal di atas tadi bisa disebut jatuh cinta? Aku sendiri tidak tahu pasti. Toh cinta memang menyenangkan, tapi juga menyakitkan. Lihat saja, banyak orang yang ingin mati karena cinta. Bodoh? Mungkin..
Yang kutahu, aku sangat senang dan ingin bahagia denganmu.
Hai kamu, Gadis cantik di seberang pulau! Kamu membuatku gila. GILA ingin bertemu denganmu secepatnya!!
Filed under: my love | Ditandai: love | 2 Komentar »